LIFESTYLE

staycation D’OMAH TEMBI : pertemuan budaya jawa dan modern di perkampungan tropis

Lahir dan besar di Jogja membuat kecintaan saya pada budaya Jawa cukup lekat. Dan rasanya selalu berasa di rumah sendiri kalau menjumpai bangunan dengan arsitektur Jawa. Seperti halnya ketika saya menginap di D’Omah di desa Tembi Bantul Yogyakarta. Simak terus seperti apa pengalaman saya menginap di D’Omah Yuk!

Sebenarnya, ini adalah pengalaman menginap yang sudah lama tertunda untuk diceritakan. Tahun 2017 ini dibuka dengan pengalaman menakjubkan tinggal di selama 2 hari 2 malam di D’Omah Yogya, sebuah hotel dengan nuansa rumah tradisional Yogyakarta dengan sentuhan modern yang masih njawani.. yup!

Bulan januari lalu saya beruntung, kali ini bisa dapat kamar di D’Omah. Karena awal desember lalu batal menginap di sini.. lagi ada wedding party, jadi fullbooked 😅

D’OMAH yogya adalah resort yang sering penuh! Turis mancanegara yang mendominasi tamunya, no wonder.. Saya baru paham betul sesudah saya sampai di sana. Karena bangunan, look dan ambience memang so Jogja 💕 Saya yang asli Jogja pun berasa bernostalgia dengan masa kecil. Rumah klasik.. halaman yang penuh tanaman hijau.. sungai kecil atau biasa kami sebut kalen, yang dipagari oleh pepohonan kecil… duh, mau banget punya rumah seperti ini !! 😭

Beruntung mendapat Orange Room

D’omah Tembi terletak di pinggir jalan perkampungan dan memiliki view persawahan di depan restorannya. Ketika masuk sudah langsung melihat restoran, lounge dan lobby reception. welcome drink a seru sekali, yaitu kunyit asam dingin mampu melepaskan dahaga saya.. dapat segelas culup besar jadi saya bawa ke kamar hihihi..

Bellboy dengan sabar mengantar saya ke kamar. Tidak sabar untuk menjelajah.. dan sesuai permintaan dalam hati, ingin mendapat kamar yang sekaligus bisa explore hotel hanya dengan perjalanan bolak-balik kamar saja, saya mendapatkan kamar paling belakang lah rasanya, karena perlu waktu 2 menitan untuk berjalan menyusuri taman.

Rasanya, saya mendapatkan kamar type standard.. dengan harga IDR 1.200.000 untuk 2 malam, rate yang normal untuk ukuran hotel dengan fasilitas bintang 4 tentunya. Surprised banget lho karena ternyata kamarnya luas dan sangat cantik.. dengan luas kamar mandi yang tak kalah besar dengan kamar dan tamannya.

sebenarnya, ada yang saya kurang suka dari kamar ini, yaitu :

1. letak TV yang berada di samping bed, sehingga kurang nyaman untuk ditonton.

sisi baiknya adalah.. saya tidak menonton TV hihihi.. sengaja kali ya biar tamu emang lebih fokus quality time. nonton tv kan di rumah juga bisa..

2. letak AC di sisi atas tempat tidur di arah kepala

saya paling parno ada sesuatu menggantung di dinding di atas kepala saya sebenarnya. tapi suasana yang nyaman membuat saya bisa mengabaikannya

Tapi punya kamar yang memiliki taman pribadi untuk bersantai secara private dan punya pintu khusus yang langsung ke pool adalah surga.. nilai plus kamar ini, yang saya dapat secara random.

kamarnya cukup penuh dan ramai ya, hihihi, tapi karena ada pintu kaca yang langsung menuju garden pound jadi tidak terasa sumpek..

seperti ini taman mini yang saya punya:

Seperti yang saya bilang tadi, ada pool di belakang kamar. Saya bisa mengaksesnya melalui pintu belakang melalui kamar mandi. Poolnya bukan yang private ya.. karena ada sebuah room lagi di belakang yang juga memiliki akses ke sana. Tapi karena pool ini hanya bisa diakses langsung oleh beberapa guest room saja ya okelah kan..

Suasana di sekeliling Orange room

Orange room ini bukan satu-satunya kamar yang ada di bangunan belakang. Kalau tidak luput menghitung, ada 4-5 kamar yang pintunya saya temukan di bangunan ini.. tentunya dengan nuansa etnik yang ditata apik dengan berbagai ornamen..

Ketika melihat bangunan joglo ini di kejauhan, sudah disambut dengan kolam taman yang luas sebelum sampai ke rumah joglo. Ada living room sebagai mini lobby di bagian depan, dan ada lounge yang menghubungkan semua kamar menuju pool di bagian belakang. Ditata dengan sederhana namun sangat nyaman.

Sanctuary di tengah desa Tembi

Terdengar lebay ya? haha padahal tidak sama sekali. Saya katakan lagi bahwa saya beruntung mendapatkan kamar paling belakang, karena dengan begitu saya bisa menjelajah tanpa sengaja. Gimana enggak? Dari lobby menuju ke kamar tidur, saya harus menjelajah beberapa taman dan villa dulu.. bahkan melewati beberapa area duduk santai seperti gazebo.. dan juga tempat gym yang ternyata dekat sekali dari joglo kamar.

Breakfast di D’Omah Tembi

D’Omah memiliki area restoran di bagian paling depan, di depan lobby, di pinggir jalan dengan view persawahan. Kalau kata teman-teman sih berasa di Bali haha padahal Jogja memang begini kalikk..

Menu yang ditawarkan tidak hanya western, lokal juga ada dan gak kalah enak. Free set menu untuk 2 orang saya nikmati dengan santai sambil menghabiskan waktu pagi bersama sawah dan matahari.

Villa, pool, dan gazebo di D’Omah

Kalau lain kali menginap bersama keluarga, mungkin saya aka menginap di private villa nya.. karena lebih luas dan memiliki pool sendiri.

Blue Lounge : mini bar dan tempat santai di sore dan malam hari

Ini adalah salah satu tempat favorit saya karena berwarna biru hahaha.. adem gituuu.. meski saya ke sini menjelang brunch..

lokasinya berada di belakang resepsionis.. di banguna induk ini, ada banyak banget yang bisa dieksplore loh selain blue room.

Lobby Area

Sengaja tentang lobby area ini dibahas di akhir.. karena memang saya pun tidak explore tempat ini di awal kedatangan. Saya datang sudah menjelang malam hehehehe..

Termasuk area favorit juga karena luas sekali loungenya. Yah .. living room joglo, udah kebayang ya.

ada beberapa pembagian area di sini, yaitu:

1. lobby lounge

Ada beberapa kursi set dan ornamen pajangan juga cermin yang besar di sini.

2. mini library

yang unik, memang nyaman sekali staycation di sini.. karena ada mini library dimana tamu bisa meminjam buku dan DVD untuk dibawa ke kamar.

3. butik

Ada banyak pernak pernik dan baju yang bisa memanjakan mata dan hati-hati menguras dompet kamu ya..

Menjelajah D’Omah Tembi

Di hari kedua, saya baru menyadari betapa semakin serunya tempat ini untuk tinggal permanen. Coba minta ke calon suami untuk buatin yang kayak gini (minus pool. karena saya gak berani ngebayangin maintenance nya) 😂😂

Lihatlah.. Dari lobby sudah so etnik modern. Etnik dapat dilihat dari ukirannya.. modern dari pemilihan warnanya.. so artsy

Kemudian ketika berjalan lebih dalam lagi, selain lobby lounge, butik dan library.. yang lebih menggelitik mata adalah kehijauan yang sudah ‘ngawe-awe’ dari kejauhan.. memanggil-manggil untuk buruan nyamperin..

Ada kalen (sungai kecil), ada kolam lotus, ada villa dengan gazebo dan space untuk berjemur… Tuhan.. saya berasa lagi dimana 😂

D’OMAH Tembi : kesimpulan dan kontak

Meskipun terletak di bagian selatan Jogja dan jauh dari airport, namun D’Omah tembi adalah tempat paling pas untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. saya sarankan untuk tidak banyak membuat jadwal ke arah jogja utara, baray dan timur dimana jelajah alam sangat menarik hati ya karena akan sangat jauh dan lama jarak tempuhnya.

Berjarak 20menit dari airport

memang sebentar saja, tapi untuk jogja yang tidak macet ya jauh juga itu. hehehe .. saya sarankan untuk me jelajah bantul, imogiri , pantai selatan dan kasongan saja ya..

Saya di D’OMAH Tembi Jogja

Menyempatkan diri untuk merepotkan staff hotel memotret saya beberapa kali hihihihi

💙💙💙

Terima kasih untuk my 💙🦂 yang sudah kasih hadiah staycation, meski jauh di Jakarta, tapi selalu perhatian. LDR memang menguras emosi.. 😂 Menginap sendirian di sini memang bersugesti uji nyali sih, padahal ya gak kenapa napa hahaha.. saya sehat wal afiat aja kok ini.. alhamdulillaah..

Semoga sharing kali ini bisa memberi inspirasi bagi kamu yang ingin mencari ketenangan di Jogja. Terima kasih sudah membaca sampai selesai. Sampai ketemu di cerita selanjutnya ya.. sudah penasaran sama pulau cempedak kan? STAY TUNE!!

salam,

Sofia Dewi

4 thoughts on “staycation D’OMAH TEMBI : pertemuan budaya jawa dan modern di perkampungan tropis

    1. haaii… hotel mana yg kamu book mak? maaf ini agak eror apps akuh, belom semua masuk tulisan dan gambarnya huhuhu.. ini cantik banget kok. anak-anak oke aja.. minta kamar paling belakang aja.. banyak tempat duduk dan tamannya. kalo malem ya berasa dalam hutan mungil haha tapi aman aman aja kok aku betah.. suasana jawanya memang kental banget, tapi menurutku spookey nya cuma sugesti kita aja mak.tunggu ampe semua keupload ya.. menu sarapannya asik bgt kok ada sosis homemade. juarakkk

      Suka

Talk To Me

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s