LIFESTYLE

[edukasi] Indigo Tie Dye Workshop di Pameran Pembangunan Ngada 2016 bersama IKKON 2016 BEKRAF

Tulisan yang tertunda saat saya mengikuti IKKON 2016 BEKRAF Indonesia di Kabupaten Ngada. Saya mendapat kesempatan untuk mengajak warga Kabupaten Ngada khususnya yang sedang berada di kota Bajawa berkenalan dengan seni tie dye dan pasta indigo. Antusias warga dari segala umur dan segala kalangan, membuat saya semakin mencintai indigo dan kabupaten ini. Cerita selengkapnya, simak terus sampai selesai ya πŸ’™

Saya mengikuti kegiatan yang menurut saya sangat bagus untuk generasi muda Indonesia, yaitu program dari Pemerintah Pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia : Inovatif Kreatif dan Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2016. Saya ditempatkan di Kabupaten Ngada NTT bersama 10 teman lain dalam sebuah tim. Pengalaman yang sungguh luar biasa menakjubkan untuk saya.

Baca juga : IKKON NGADA 2016 BEKRAF

Salah satu kegiatan puncaknya adalah Pameran Kelompok yang diadakan di area kami bertugas. Dan IKKON NGADA 2016 berkesempatan untuk mendapatkan kehormatan membuat booth di tengah lapangan untuk memperlihatkan hasil kolaborasi kami bersama masyarakat Ngada di Pameran Pembangunan 2016. Pameran Pembangunan adalah sebuah event tahunan yang sudah rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada.

Nah, salah satu agenda yang kami punya untuk mengisi pameran yang kami ikuti adalah dengan workshop. Salah satunya, workshop yang saya berikan yaitu : Indigo Tie Dye Workshop.

Workshop ini saya usulkan untuk memberikan edukasi awal pada masyarakat tentang warna asli indigo yang biru cantik sebagai pewarna alam. Juga tentang bagaimana membuat kain lebih cantik dengan kreasi tie dye. Dengan harapan, sedikit ilmu ini bisa berguna bagi masyarakat.

Deg-degan tentunya.. karena workshop saya ini membuka jadwal tim di hari pertama Pameran Pembangunan Ngada 2016 pada tanggal 4 Oktober 2016. Sejak pagi sudah dibuka pendaftaran bagi siapa saja yang mau mendaftar workshop ini. Karena terbatas untuk 50 orang peserta saja. Kenapa dibatasi? Karena bahan dan peralatan yang saya bawa dari Jakarta memang hanya cukup untuk 50 orang saja.

Alhamdulillaaah lho.. dengan bantuan teman-teman tim seperti Mas Pri, Gerry, Yoga, Alfi dan Siti, akhirnya terkumpullah banyak orang untuk ‘bermain’ bersama saya.

Pesertanya bermacam-macam. Mulai dari anak-anak sekolah dasar, ABG, remaja, ibu-ibu bahkan bapak-bapak. Hihihi.. seru sekaliii!! Karena baru ini pertama kalinya saya mengajar dengan peserta yang beraneka ragam.

Pertama..

Saya mempersiapkan cairan indigo-nya dulu untuk pewarnaannya.

Setelah pewarna alam pasta indigo sudah cair, saya pindahkan ke dalam ember yang lebih besar dan sudah siap untuk dipakai.

Kami bagikan shawl warna putih ke para peserta, juga tali rafia dan mengajarkan bagaimana caranya bermain tie dye. Shawl diikat erat sesuai dengan kreasi masing-masing lalu dicelup ke dalam ember berisi cairan biru indigo.

Sebenarnya saya menyediakan sarung tangan karet.. tapi saya pribadi lebih senang menggunakan tangan secara langsung. Dan sepertinya adik-adik ini setuju dengan saya.. jadi mereka mengembalikan satung tangan karet dan mengikuti apa yang saya lakukan.

Yah.. ada pepatah “kotor itu baik. Gak kotor, gak belajar” πŸ˜‚πŸ˜‚ bisa ya saya pakai untuk workshop kali ini.. (peace yow)

Lihat bagaimana ekspresi mereka melakukan ‘permainan’ ini.. πŸ’™

Sesudah puas bermain, saya mengajak para peserta workshop untuk mengeringkan dengan meletakkannya dalam tiang bambu.

Seru ya… Hanya dengan mengikat kain di beberapa bagian tertentu, mencelupnya pada pewarna, menjemurnya.. semua tertawa riang πŸ’™ bermain sambil belajar πŸ’™

Sambil menunggu shawl karya masing-masing mengering, para peserta meninggalkan venue workshop untuk menikmati Pameran Pembangunan. Saya meminta mereka kembali lagi sekitar 1-2jam kemudian.

Inilah karya-karya para peserta workshop :

Setelah waktunya kembali, para peserta mengambil shawl mereka kemudiam membuka ikatannya. Ini adalah saat-saat yang paling ditunggu-tunggu karena surprise nya di bagian ini nih.. motif seperti apa yang mereka hasilkan..?

Dan ini foto sebagian dari kami yang memamerkan karya masing-masing πŸ’™

Dan saya membuat tirai.. dengan bantuan adik-adik sekolah, saya melucuti rafia pada kain tirai saya πŸ’™

Terima kasih sekali para peserta workshop juga teman-teman tim dan rumpun bambu. Juga komunitas fotografi bajawa yang sudah mengabadikan moment berharga ini. Workshop paling menyenangkan yang pernah saya lead.. πŸ’™

Terima kasih juga teman-teman yang sudah membaca sampai akhir. Workshop ini adalah salah satu bagian dari kegiatan IKKON NGADA selama pelaksanaan program IKKON 2016. Masih ada beberapa workshop lain juga, saya pun mengajar 2 workshop. Satunya adalah The magic scarf.. nanti akan saya ceritakan terpisah ya πŸ’™

Salam dari kami semya πŸ’™πŸ’™ hari ini musti bahagia ya.. seperti keceriaan yang kami perlihatkan dalam foto ini 😁

Salam,

Sofia Dewi

instagram | twitter | facebook

2 thoughts on “[edukasi] Indigo Tie Dye Workshop di Pameran Pembangunan Ngada 2016 bersama IKKON 2016 BEKRAF

Talk To Me

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s